Tak Ingin Budaya Mati, Warga Tolak Pembangunan Pabrik Baja di Trowulan

Mojokerto  – Ratusan warga Desa Wates Umpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto menggelar aksi unjuk rasa ke lokasi pembangunan PT Manunggal Sentral Baja. Warga tak ingin kawasan budaya di Trowulan mati.
tolak pabrik bajaKoordinator aksi, Eko Prasetyo mengatakan, alasan penolakan pembangunan karena Trowulan merupakan kawasan cagar budaya. “Kita tidak mau budaya di Trowulan mati, kalau memang pendirian pabrik itu sudah izin. Itu urusan pemerintah, yang jelas warga menolak pembangunan pabrik ini,” ungkapnya, Jum’at (19/07/2013) tadi pagi.

Selain Trowulan merupakan kawasan budaya, masih kata Eko, dengan adanya pabrik baja di Trowulan akan berdampak pada pencemaran lingkungan dan beberapa tahun kedepan. Eko menjelaskan, jika rencana pembangunan PT Manunggal Sentral Baja tersebut, warga tidak diajak komukasi.

“Pabrik ini berdiri di dua desa, Desa Jati Pasar dan Wates Umpak. Desa Wates Umpak masuk sekitar 20 persen tapi kita tidak pernah diajak komunikasi terkait pembangunan ini. Padahal jika ditarik garis kotak dari Trowulan, 9×11 KM adalah kawasan Majapahit. Jika aksi hari ini tidak ada respon, kita akan teruskan hingga ke pusat,” jelasnya.

Sebelumnya, ratusan warga gabungan warga Desa Wates Umpak dan Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto menggelar aksi unjuk rasa di depan pembangunan Pabrik Manunggal Baja di Jalan Raya Trowulan. Warga menilai dengan adanya pabrik baja di kawasan Majapahit akan merusak lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>