SMK Kesehatan BMI Tak Terakreditasi, Terancam Tak Bisa Luluskan Siswa

Mojokerto – Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kota Mojokerto menyebutkan, jika Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Bina Medika Indonesia (BMI) di Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto tak terakreditasi. Padahal, untuk meluluskan anak didik, sekolah harus mengantongi akreditasi.Kabid Pendidikan Menegah Umum (Dikmenum) P&K Kota Mojokerto, Catur Santoso mengatakan, SMK Kesehatan BMI tersebut merupakan SMK pertama di Kota Mojokerto yang membuka jurusan kesehatan. “Lembaga pendidikan ini, yang pertama membuka jurusan kesehatan,” ungkapnya, Rabu (21/11/2012) tadi malam.

Menurutnya, sekolah yang memiliki tiga jurusan kesehatan tersebut belum mengantongi akreditasi. Padahal, lanjut Catur, akreditasi dibutuhkan sebagai pengakuan kompetensi sekolah dalam menghasilkan produk pendidikan. Sekolah tersebut berdiri tahun 2010 lalu, baru setahun kemudian mengantongi ijin operasional.

“Sekolah ini milik Yayasan Samudera, tahun ini diperkirakan akan meluluskan angkatan pertama tapi jika tidak mengantongi akreditasi, para siswanya diwajibkan ikut ujian di lembaga yang punya akreditasi dan di Kota Mojokerto, tidak ada SMK dengan jurusan yang sama,” terangnya.

Sebelumnya, ratusan siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Bina Medika Indonesia (BMI) menggelar aksi unjuk rasa ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kota Mojokerto, Selasa (20/11/2011) kemarin. Mereka meminta, agar Dinas P&K Kota Mojokerto memberhentikan Kepala SMK Kesehatan BMI, M Taufik karena dinilai tidak becus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>