PPOK Renggut Lima Nyawa di Kota Mojokerto

Mojokerto  – Angka kematian akibat Paru-paru Obstruksi Kronis (PPOK) di Kota Mojokerto cukup tinggi. Mulai awal tahun 2014 ini, data di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto menyebutkan jumlah pasien meninggal akibat PPOk sebanyak lima orang.
penyakit paru-paru kronikDokter Spesialis Paru-paru RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, dr Arief Hermanto mengatakan, pasien PPOK di poli paru juga cukup tinggi.

“Per hari bisa sampai 40 pasien. Pasien PPOK harus minum obat rutin untuk mencegah kerusakan lebih parah terhadap paru-parunya,” ungkapnya, Sabtu (12/04/2014).

Penyebab utama PPOK, kata dr Arief, karena merokok. Risiko mengidap PPOK tidak bisa dihitung dengan cara memperhitungkan indeks Brinkman. Seseorang berisiko mengidap PPOK apabila indeksnya di atas 200. Nilai itu didapat dari banyaknya batang rokok rata-rata sehari dikali tahun.

“Misalnya jika orang merokok 10 batang sehari, maka jika dikalikan 20 tahun hasilnya 200. Jadi kalau sudah diatas itu dia punya risiko PPOK. Jika ada orang menghisap rokok lebih dari 10 batang tiap hari selama lebih dari 10 tahun, dia sangat berisiko terkena PPOK,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>