Permintaan Krecek Rambak Naik 100 Persen

Mojokerto  - Bulan suci ramadhan, permintaan krecek rambak UD Farid Jaya di Dusun Kauman, Desa Bangsal, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto mengalami peningkatan. Bahkan, dua pekan jelang lebaran naik lebih dari 100 persen dari hari biasa.
Pemilik, Farid Fakrulloh mengatakan, dua bulan sebelum puasa permintaan krecek rambak di tempatnya sudah naik 50 persen. “Saat ini, naiknya sudah lebih dari 100 persen. Permintaan banyak dari luar kota dan luar Jawa, seperti Kalimantan,” ungkapnya, Jumat (03/08/2012) tadi siang.

Untuk memenuhi banyaknya permintaan jelang lebaran seperti saat ini, ia bahkan menambah jumlah karyawan yang kini mencapai 15 orang karyawan. Untuk bahan baku kulit sapi, ia juga harus impor dari luar karena stok bahan baku di tingkat lokal terbatas. Seperti dari China, Korea, Lebanon dan Thailand.

“Kita hanya menyediakan krecek rambak untuk pelanggan maupun toko-toko saja bukan dalam bentuk krupuk. Setiap harinya, rata-rata produksi empat kwintal dari bahan baku setiap hari karena faktor cuaca sangat berpengaruh. Kita masih mengandalkan sinar matahari untuk menjemur,” katanya.

Farid menjelaskan, proses pembuatan krecek rambak mulai bahan baku kulit sapi cukup lama. Proses awal, bahan baku kuli sapi direndam dengan air kapur untuk menghilangkan kotoran dari kulit hingga dua kali pembilasan dengan air bersih, dilanjutkan dengan proses perebusan.

“Untuk perebusan, lama tidaknya perebusan tergantung dari tingkat ketebalan kulit sapi. Setelah itu ditiriskan kemudian dipotong, pemotongannya disini ada dua jenis, panjang dan kotak. Bentuk panjang bisa dua hari kering dan yang kotak bisa sampai empat hari baru kering. Dari sini dilanjutkan dengan dijemur dibawah terik matahari sampai kering,” jelasnya.

Kering tidaknya, lanjut Farid, tergantung dari besar kecilnya bentuk potongan. Dari proses penjemuran, dilajutkan direndam dengan bumbu bawang dan dijemur lagi sampai kering. Dilanjutkan digoreng setengah matang, kemudian ditiriskan dari minyak. Proses pengorengan, ia menggunakan sekam sebagai bahan pembakaran untuk menjaga stabilnya api.

“Kalau memakai kayu, panasnya tidak stabil. Kita kemas krecek rambak ukuran 1 kg, untuk kualitas baik Rp59 ribu, kualitas kedua Rp57 ribu, kualitas tiga Rp56 ribu, kualitas empat Rp55 ribu, kualitas Rp54 ribu dan kualitas lima Rp53 ribu. Krecek rambak ini bisa bertahan 8 hingga 10 bulan,” tambahnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>