Pemkot Mojokerto Rencana Black List Rekanan Nakal

Mojokerto ¬†–¬†Sejumlah rekanan yang bekerja sama dengan Pemkot Mojokerto diperkirakan banyak yang di black list (masuk daftar hitam). Pasalnya, sejumlah rekanan tersebut banyak yang tidak bisa menyelesaikan proyek sesuai deadline yang disepakati.pemkot mojokertoKabag Hukum Pemkot Mojokerto, Pudji Haryono mengatakan, pihak Pemkot Mojokerto meminta rekomendasi dari DPRD yang menuntut pemberian sanksi tegas. “Pemborong yang gagal menyelesaikan proyek tahun ini atau sesuai deadline yang ditentukan akan diberikan peringatan tegas sesuai rekomendasi dewan,” ungkapnya, Jumat (13/12/2013).

Masih kata Pudji, menjalankan kontrak Pengguna Anggaran (PA) harus tegas. Jika penyedia barang dan jasa lalai dalam melaksanakan kewajiban untuk menyelesaikan proyek pembangunannya maka sesuai peraturan yang ada sanksinya dan dapat dimasukkan daftar hitam atau black list.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kota Mojokerto, Saiful Arsyad mengatakan, para rekanan yang tidak bisa menyelesaikan proyek tahun ini akan di beri sanksi tegas dan di-black list. “Mereka (pelaksana) sudah main-main. Ini bukan indikasi lagi tapi mereka sudah main-main dan merugikan negara. Sanksi perlu tegas, black list,” tegasnya.

Seperti diketahui, sejumlah proyek di Kota Mojokerto yang terindiksi tak selesai itu yakni pembangunan SMKN II dengan nilai kontrak sebesar Rp 9,5 miliar, perbaikan Alun-alun sebesar Rp 4,8 miliar, peningkatan revitalisasi Pasar Kliwon sebesar Rp2 ,29 miliar, pembangunan Puskesmas Balongsari sebesar Rp 989 juta dan Puskesmas Kedundung sebesar Rp 2,5 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>