Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Majapahit Dilakukan Wabup Mojokerto

Mojokerto  – Trowulan dikenal sebagai lokasi peninggalan situs Kerajaan Majapahit yang berkembang sejak abad ke-13 hingga abad ke-15. Kekayaan situs Majapahit adalah bagian dari budaya nusantara yang merupakan aset bangsa yang tak ada duanya.
wabup mojokertoUntuk itu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berupaya untuk menjaga, melestarikan dan menghidupkan kembali budaya Majapahit dalam masyarakat. Wakil Bupati Mojokerto, Dra Hj Choirun Nisa berkesempatan melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah Majapahit di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Rabu (26/11/2014).

Didampingi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mojokerto, Didik Chusnul Yakin dan Kepala Desa Bejijong, Sujadmiko, orang nomor dua di Kabupaten Mojokerto ini melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah Majapahit yang dipusatkan di desa Bejijong Kecamatan Trowulan.

Kepala Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mojokerto, Didik Chusnul Yakin mengatakan, tujuan pembangunan rumah Majapahit adalah untuk pengembangan dan memberikan perlindungan terhadap situs yang ada di Trowulan. “Karena Trowulan sudah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional,” ungkapnya.

Masih kata Didik, anggaran pembangunan rumah Majapahit berasal dari APBD Provinsi Jawa Timur dan sharing APBD Kabupaten Mojokerto. Rumah Majapahit ini, rencananya pada tahun 2014 akan dibangun sebanyak 137 rumah yang tersebar di tiga desa yang ada di Kecamatan Trowulan.

“Tahun 2014 ini, akan ada 137 rumah Majapahit yang akan dibangun, sebanyak 94 rumah di Desa Bejijong, sebanyak 21 rumah di Desa Sentonorejo dan sebanyak 22 rumah di Desa Jatipasar. Dana yang dialokasikan untuk pembangunan rumah Majapahit ini sebesar Rp74 milyar,” jelasnya.

Awalnya, Didik menjelaskan, setiap rumah akan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp25 juta untuk pembangunan rumah Majapahit. Namun setelah melalui penghitungan oleh konsultan perencana, setiap rumah ternyata menghabiskan dana antara Rp50 juta sampai Rp60juta.

Wakil Bupati Mojokerto, Choirun Nisa mengatakan, seharusnya sebagai masyarakat Kabupaten Mojokerto merasa bangga karena mempunyai leluhur yang memiliki peradapannya yang sudah maju. “Saya mengharapkan partisipasi masyarakat dalam memelihara dan merawat rumah Majapahit ini sehingga dapat terjaga dalam jangka waktu yang lama,” urainya.

Kedepannya, lanjut Wabup, rumah Majapahit tersebut akan dikembangkan sebagai homestay bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Trowulan. Pada tahun 2015, Pemprov Jawa Timur bahkan sudah menganggarkan kembali pembangunan rumah Majapahit untuk rumah-rumah di tiga desa tersebut yang belum mendapat jatah pembangunan pada tahun 2014 ini.

Pemkab Mojokerto berharap kedepannya pembangunan rumah Majapahit ini tidak hanya di tiga desa saja tetapi juga seluruh desa di wilayah kecamatan Trowulan. ‬Turut hadir dalam acara tersebut, perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jatim, Lembaga Cagar Budaya dan masyarakat yang menjadi subyek pembangunan rumah Majapahit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>