Pelecehan Kini Mulai ‘Migrasi’ ke Twitter

Ratusan juta pesan yang dikirim ke jejaring sosial Twitter memberi petunjuk pelecehan bagi para peneliti. Padahal sebelumnya para peneliti mengakui, hal ini sulit dilacak.

“Anak-anak makin mengerti cara untuk menjaga agar pelecehan jauh dari pantauan orang tua dan korban pelecehan sangat enggan memberitahu dewasa soal apa yang terjadi padanya,” ungkap psikolog Amy Bellmore dari University of Wisconsin, AS,seperti dikutipUPI.

Anak tak mau bercerita pada orang dewasa karena mereka berpikir orang dewasa tak akan melakukan apa pun, lanjutnya. Karena sulitnya melacak, para peneliti ini pun menggunakan Twitter untuk mengumpulkan data pelecehan.

“Kami menemukan, para korban atau pelaku pelecehan kerap membericarakan pelecehan di dunia nyata di media sosial,” ungkap profesor Jerry Zhu.

Temuan ini akan membantu pembuat kebijakan untuk lebih memahami masalah pelecehan yang marak terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>