Lampu Hias Berbahan Benang Jahit Mulai Dilirik Konsumen

Mojokerto –  Berawal dengan coba-coba, ternyata lampu hias buatan Johan Indra Suryawan (23) diminati. Hanya dalam waktu empat bulan, keuntungan bersih penjualan lampu hias warga Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ini mencapai angka Rp 6 juta perbulan.
Sang ibu, Sri Suryanti (43), akhirnya yang menjadi bagian pemasaran lampu hias berbahan baku benang jahit ini. “Ini yang buat anak saya, awalnya dia lihat-lihat gambar dari internet. Buat satu, dijual laku dan buat lagi, laku lagi hingga saat ini,” ungkapnya, Selasa (26/06/2012) tadi malam.

Menurut guru Taman Kanak-kanak (TK) ini, lampu hias buatan anaknya tersebut berbahan baku benang jahit. Benang jahit aneka warna ini dililitkan pada sebuah kerangka berbentuk lingkaran sesuau warna dasar karakter kartun yang akan dibuat. Untuk asesoris seperti mata, mulut, hidung, telinga serta pita dibuat dari lain panel. “Untuk proses pembuatannya hanya mengandalkan sinar matahari karena selesai dililitkan dengan menggunakan lem, lampu hias itu dijemur hingga dua hari. Untuk bentuk, dia ambil gambar melalui internet, sekarang sudah ada empat orang karyawan empat yang membantu mengerjakan,” katanya.

Untuk pembuatan, lulusan jurusan arsitek sebuah universitas swasta di Jombang ini kata Sri, tergantung pesanan. Rata-rata setiap harinya 10 buah namun bisa lebih banyak pembuatannya jika ada pesanan, meski tergolong baru namun pemasarannya sudah sampai ke Kalimantan selain di sejumlah toko yang ada di Mojokerto. “Dipasarkan di toko-toko di Mojokerto saja tapi pernah dibawa ke Kalimantan sebanyak 100 buah. Modal awal Rp50 juta tapi sudah bisa kembali, untuk keuntungan bersih memasuki bulan keempat ini Rp6 juta. Soal kendala hampir tidak ada karena semua bahan dari lokal, hanya sinar matahari saja yang jadi kendala karena butuh sinar matahari untuk proses pembuatannya,” jelasnya.

Ada berbagai macam kartun dengan warna dasar yang memancarkan warna lampu seperti, kepala donal bebek dengan warna dasar putih, angry bird dengan berbagai warna, kepala doraemon berwarna biru dan lain sebagainya. Menurutnya, pelanggan bisa memesan lampu hias sesuai permintaan asalkan berbentuk lingkaran.

“Bisa menerima permintaan bentuk, mereka bisa membawa gambar tapi harus berbentuk lingkaran. Saya tidak berencana untuk mematenkan lampu hias ini karena faktor biaya yang mahal, namun saya mempunyai harapan kedepan agar kerajinan lampu hias tersebut bisa bertambah, tambah karyawan agar bisa mengurangi angka pengangguran juga,” tambahnya.[

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>