Ketika Musang Unjuk Kebolehan

Surabaya  – Unjuk kebolehan lekak-lekuk tubuh tak hanya dimiliki oleh manusia. BG Junction menjadi sarana perhelatan fashion untuk hewan, yaitu musang. Kenapa musang? Musang merupakan hewan dikenal liar dan bersifat hama (merugikan organisme lain).
musang“Kita di sini mau mengangkat nama musang. Selama ini musang dikenal sebagai hewan yang liar,” uangkap Singgih Setyo selaku ketua pelaksana pada Sabtu (7/9/2013).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB ini merupakan satu kesempatan bagi pecinta musang untuk lebih berani mengaktualisasikan musang mereka. Di kesempatan ini pecinta musang, baik dari Surabaya, Mojokerto, Sumenep dan daerah sekitarnya mengikuti dengan sangat antusias. “Ya ini adalah kerjasama dari semua pecinta musang,” tambahnya.

Sebelum menunjukkan kebolehan, setiap peserta memberikan musang mereka kepada ke-empat juri. Setiap juri akan memeriksa musang secara fisik, kemudian maju ke atas panggung dan tunjuk kebolehan.

Untuk penilaiannya sendiri terdapat 2 kriteria yaitu karakter dan kebersihan. “Karakternya ada karakter bounding dan karakter biasa. Karakter bounding itu maksudnya pemilik mengerti karakter musangnya, dan musangnya pun mengerti karakter pemiliknya. Kemudian kebersihan merupakan hal yang mutlak harus dipelihara, apalagi dia (musang) termasuk hewan liar jadi tetap dipelihara,” tambah pria berkacamata ini.

Acara ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta. “Kita buka pendaftaran ini sejak jam 10.00 tadi, dan banyak yang ikut, sekitar 100an,” ungkapnya. Salah satu pecinta bernama Muhammad Mahmud ikut merayakan kegiatan ini. Mahmud, panggilan akrabnya menyukai musang karena musang merupakan hewan yang eksotis dan selama ini musang dikenal suka makan hewan ternak, padahal gak, seru gitu Mbak,” ungkap pria yang sudah setahun memelihara musang ini.

Tak hanya itu, musang memiliki makanan favorit sendiri, yaitu buah pisang dan diberikan daging yang sudah direbus. “Ya biasa kita kasi pisang trus nd boleh kasi daging mentah, nanti jadi liar lagi,” tambahnya. Ilham, yang juga pecinta musang mengatakan bahwa perawatan yang diberikan pada musangnya sedikit berbeda. “Saya kasi tissue bayi itu Mbak, yang ada antiseptiknya, jadi bisa sehat dan bersih,” ungkap pria yang memberi nama Rembo pada musangnya ini.

“Kami semua ini termasuk Surabaya Musang Lovers Mbak. Jadi tiap jumat malam biasanya di taman bungkul kita ngumpul semua, cerita-cerita tentang perkembangan musang masing-masing,” tambahnya.

Kegiatan ini berlangsung hingga malam dan akan memperebutkan juara 1,2 dan 3 dan 2 juara favorit. “Jadi kita beri penghargaan berupa medali dan sertifikat,” tutur pria berkacamata ini.

Ayo kita lestarikan dan merawat musang sebaik-baiknya. Walaupun mereka termasuk hewan liar, tapi musang memiliki jiwa yang lembut. Terbukti dengan larutnya mereka (musang) di tangan-tangan pecintanya. “Ya, semoga melalui acara ini musang makin dikenal, dicintai dan masyarakat tahu bahwa musang bisa menjadi hewan peliharaan yang baik, selain kucing dan anjing,” tutupnya. Alunan musik gangnam style, call me maybe, beauty and the beast mengiringi keindahan lekuk tubuh hewan berbulu lembut ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>