Camat Kemlagi Bantah Sunat Dana PSKS

Mojokerto  – Pendistribusi dana bantuan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) atau dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Desa Kedungsari, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto yang baru diterima warga dipotong oknum perangkat desa. Hal tersebut langsung ditepis Camat Kemlagi, Dwi Yatno.
camat kemlagiSejumlah warga penerima dana kompensasi kenaikan harga BBM tersebut dipotong sebesar Rp100 ribu dari Rp400 ribu dana yang diterima. Praktik pemotongan dana bagi keluarga miskin itu dialami sejumlah warga dari Kecamatan Kemlagi yang baru saja keluar dari Kantor Kecamatan Kemlagi.

Praktik pemotongan dana tersebut, sempat diketahui sejumlah pihak. Salah seorang pihak yang turut menyaksikan pemotongan dana tersebut mengakui, tindakan itu terjadi di depan gapura kecamatan. “Ya begitu warga penerima mau keluar kantor, dicegat lalu dimintai Rp100 ribu-an,” ungkap salah satu warga.

Karena jengkel terhadap praktik pemotongan yang dilakukan di ruang terbuka dan di kantor Kecamatan, saksi tersebut lantas menegur si oknum. Dengan harapan, praktik tersebut tidak dilakukan lagi. Setelah ditegur beberapa orang, baru oknum itu mengembalikan kepada warga penerima. Dari sekitar 80 orang, sembilan orang uangnya dikembalikan.

Camat Kemlagi, Dwi Yatno mengatakan, tidak ada pemotongan dana PSKS yang diterima warga di wilayahnya. “Sebelum pencairan, semua kades se-Kecamatan Kemlagi saya kumpulkan terkait mekanisme pencairan dan pendistribusian PSKS,” katanya, Rabu (26/11/2014).

Dalam pertemuan tersebut, Dwi menjelaskan jika pendistribusiannya sesuai daftar, verifikasi dilakukan terhadap warga yang meninggal dan pindah tempat tinggal. Para penerima bantuan tidak bisa diganti atau dicoret, jika meninggal dibuktikan dengan keterangan waris, sedang untuk warga pindah dikasih tanda.

“Pemotongan tidak ada, kita juga tekankan tidak ada pemotongan karena ini hak mereka. Tidak ada istilah pemotongan untuk pemerataan bagi yang tidak memperoleh dana bantuan, kita akan terlusuri masalah ini ke bawah. Jika memang yang melakukan oknum perangkat, pasti ada sanksi,” tegasnya.

Hal serupa juga diungkapkan Kepala Desa Kedungsari, H Imron. Pihaknya tidak pernah meminta perangkat desanya untuk melakukan pemotongan bantuan tersebut. “Tidak ada kebijakan pemerataan dengan cara memotong, akan kita telusuri jika ada pemotongan. Memang ini data 2011, data ini berbeda dengan kondisi sekarang. Ini menjadi beban kita di lapangan,” tambahnya.

Dana PSKS untuk Kabupaten Mojokerto mencapai Rp 28.397.200.000 dengan jumlah penerima sebanyak 70.993 rumah tangga sasaran. Di Kecamatan Kemlagi yakni sebanyak 4.467 warga dengan total uang sebesar Rp1.786.800.000. Besaran dana PSKS yang diberikan sebesar Rp400 ribu per RTS untuk bulan November dan Desember.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>