Atap Nyaris Ambrol, Bocah SD Belajar di Laboratorium

Mojokerto –Sungguh ironis, sekitar 40 siswa kelas IV SD Surodinawan 02, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, menempati ruang laboratorium (lab) untuk proses belajar mengajar, Selasa (15/1/2013). Itu dilakukan karena atap ruang kelas SD ini keropos dan nyaris ambrol. Pihak sekolah khawatir, atap tersebut ambruk dan menyebabkan petaka bagi muridnya.Mardianah, Kepala SDN Surodinawan 02 mengatakan, sebenarnya terdapat empat lokal gedung yang rusak. Namun dari jumlah tersebut hanya ruang kelas IV yang paling parah. Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk, Mardianah akhirnya mengalihkan proses belajar-mengajar di ruang laboratorium yang terletak di timur kelas yang rusak.

Memang, kerusakan ruang kelas IV SD ini terbilang cukup parah. Bagaimana tidak, kayu pada bagian atap tampak mulai menggantung karena tak kuat menahan beban genting. Bukan itu saja, di beberapa sudut dalam kelas, plafon-plafon mulai jebol akibat pakunya copot. “Sekolah ini terakhir direhab pada 2006 lalu,” kata Mardianah sembari menunjukkan plafon yang rusak itu.

Kabid TK-SD Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Eko Edy Susanto yang meninjau lokasi menduga rusaknya sekolah tersebut karena buruknya kualitas bahan bangunan. Ia berjanji mengupayakan perbaikan gedung pada tahun ini dengan mengambilkannya dari anggaran Dana alokasi Khusus (DAK) yang belum terserap tahun lalu.

“Selain SDN Surodinawan 02, kondisi yang sama juga terjadi di empat SD di Kota Mojokerto. Diantaranya, SD Gunung Gedangan 02, SD Miji 04, serta SD Mentikan 06. Nah, sekolah-sekolah itulah yang kita prioritaskan mendapatkan DAK,” pungkas Edy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>