Arkeolog Belum Temukan Peninggalan Majapahit di Pabrik Baja Trowulan

Mojokerto  – Hingga hari Jumat (23/08/2013), tim arkeolog dan petugas teknis Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan belum menemukan struktur purbakala peninggalan Majapahit di lokasi yang akan dibangun pabrik baja di Jalan Raya Trowulan, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.majapahit gajah madaSalah satu arkeolog, Hariri mengatakan, jika tim sudah menggali di lima titik secara random tapi belum menemukan struktur purbakala. “Tim mengali lima titik dengan luas bidang 2×1 meter persegi dan 2×2 meter persegi dengan kedalaman bervariasi antara 1,5 meter hingga 2,2
meter. Sempat ditemukan batu bata tapi bukan batu bata kuno,” ungkapnya,  Jumat (23/08/2013).

Masih kata Hariri, tim sempat kesulitan menggali karena permukaan dan lapisan lahan setempat ada yang berupa cor semen bekas pabrik atau gudang sebelumnya. Karena sebelum dibeli PT Manunggal Sentral Baja pada akhir tahun 2012 lalu, lahan seluas 3,6 hektar tersebut sudah digunakan untuk pabrik dan gudang penggilingan dan penjemuran padi dan palawija milik PT Pembangkit Ekonomi Desa (PED) sejak 1971.

“Hasil penggalian sementara menunjukkan tanah yang digali masih steril atau tidak ada tanda-tanda bekas bangunan purbakala. Masih ada waktu 2-3 hari, jika diperlukan akan menggali titik lainnya. Kita akan memaksimalkan waktu yang ada, diperkirakan di lokasi setempat tidak ada struktur purbakala yang signifikan karena berada di luar pusat kota Kerajaan Majapahit,” jelasnya.

Sebelumnya, tim arkeolog akan menggali lahan di lokasi yang akan dibangun pabrik baja di Jalan Raya Trowulan 186, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Penggalian dilakukan untuk mengetahui struktur purbakala di lokasi setelah adanya kontroversi pembangunan pabrik baja PT Manunggal Sentral Baja yang ditolak warga dan pemerhati budaya.

Pasalnya, Warga Desa Jatipasar dan Wates Umpak, Kecamatan Trowulan, menolak pembangunan pabrik baja di desa mereka. Pasalnya, selain pendirian pabrik berada di kawasan budaya juga warga khawatir dengan pencemaran limbah yang ditimbulkan dari pendirian pabrik tersebut. Sebelumnya, juga dilakukan penggalian di luar pabrik tapi tidak ditemukan struktur purbakala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>